BAB 6. Perkembangan Perangkat Lunak

Penulis

Sinopsis

Perangkat lunak merupakan komponen penting dalam sistem komputer yang menyediakan instruksi dan layanan untuk menjalankan berbagai fungsi komputasi. Perkembangannya berlangsung seiring dengan peningkatan kemampuan perangkat keras, kebutuhan pengguna, kompleksitas sistem, serta perubahan lingkungan teknologi. Berdasarkan fungsinya, perangkat lunak dapat dikelompokkan menjadi perangkat lunak sistem, perangkat lunak aplikasi, dan utilitas. Perangkat lunak sistem berfungsi mengelola sumber daya komputer dan menyediakan lingkungan operasi, perangkat lunak aplikasi dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna, sedangkan utilitas digunakan untuk mendukung pemeliharaan, pengelolaan, dan optimalisasi sistem. Pengembangan perangkat lunak membutuhkan proses yang terstruktur melalui Software Development Life Cycle (SDLC). SDLC menyediakan tahapan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, merancang sistem, melakukan implementasi, pengujian, penerapan, hingga pemeliharaan perangkat lunak. Pendekatan pengembangan kemudian berkembang melalui berbagai metodologi, antara lain Waterfall, Agile, dan DevOps. Waterfall menekankan tahapan pengembangan yang sistematis dan berurutan, sedangkan Agile memberikan fleksibilitas melalui pengembangan iteratif dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan. DevOps memperkuat integrasi antara proses pengembangan dan operasional melalui otomatisasi, kolaborasi, serta penerapan dan pemantauan perangkat lunak secara berkelanjutan. Perkembangan perangkat lunak juga tidak terlepas dari evolusi bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman berkembang dari bahasa tingkat rendah menuju bahasa tingkat tinggi yang semakin mudah digunakan untuk membangun aplikasi dengan kebutuhan dan tingkat kompleksitas yang beragam. Perubahan tersebut mencerminkan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas pengembang sekaligus menghasilkan perangkat lunak yang lebih mudah dipelihara. Aspek lain yang penting adalah perbedaan antara perangkat lunak open source dan proprietary. Open source memberikan akses terhadap kode sumber dengan ketentuan lisensi tertentu, sedangkan proprietary software dikembangkan dan didistribusikan dengan hak penggunaan yang dikendalikan oleh pemilik atau pengembang. Perbedaan model tersebut berkaitan dengan akses, modifikasi, distribusi, dukungan, dan pengelolaan lisensi. Pemahaman terhadap kategori perangkat lunak, siklus pengembangan, metodologi, bahasa pemrograman, serta model lisensi memberikan dasar untuk memahami bagaimana perangkat lunak dirancang, dikembangkan, digunakan, dan dipelihara dalam lingkungan teknologi informasi yang terus berubah.

Halaman

109–130

Diterbitkan

September 17, 2026