BAB 4. Mekanisme Kerja Agen Hayati

Penulis

Sinopsis

Agen hayati menekan organisme pengganggu tanaman melalui berbagai mekanisme, antara lain predasi, parasitisme, patogenisitas, antibiosis, kompetisi ruang dan nutrisi, serta induksi ketahanan tanaman. Predasi berlangsung melalui pemangsaan langsung, sedangkan parasitisme berkaitan dengan hubungan parasitoid dan inang serta kesesuaian stadia inang. Patogenisitas mencakup proses infeksi oleh jamur, bakteri, dan virus yang dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, radiasi ultraviolet, serta stadia hama. Antibiosis berkaitan dengan produksi senyawa penghambat oleh mikroorganisme, sementara kompetisi terjadi melalui perebutan ruang dan nutrisi. Induksi ketahanan tanaman merupakan mekanisme tidak langsung ketika agen hayati memicu respons pertahanan tanaman. Efektivitas mekanisme tersebut dipengaruhi oleh karakter agen, kondisi lingkungan, waktu aplikasi, dan kondisi lapangan.

Diterbitkan

September 13, 2026 — Diperbaharui pada Oktober 29, 2026

Versi