BAB 9. Evaluasi Efektivitas Pengendalian Hayati

Penulis

Sinopsis

Evaluasi efektivitas pengendalian hayati dilakukan untuk menentukan kemampuan agen dan strategi pendukung dalam menekan OPT, mengurangi kerusakan tanaman, mempertahankan fungsi musuh alami, meningkatkan hasil, serta memberikan manfaat ekonomi yang layak. Penilaian tidak cukup didasarkan pada keberadaan atau jumlah agen hayati, tetapi memerlukan kombinasi parameter populasi OPT, populasi musuh alami, intensitas serangan, tingkat kerusakan tanaman, efektivitas agen, hasil produksi, biaya, dan indikator keberlanjutan. Interpretasi hasil perlu mempertimbangkan pengaruh cuaca, fase pertumbuhan tanaman, varietas, kondisi habitat, dan praktik budidaya karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi respons agen hayati. Monitoring berkala, desain sampling yang konsisten, pencatatan biaya, dan pengamatan organisme bukan sasaran menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan. Analisis ekonomi digunakan untuk menilai kelayakan strategi bagi usaha tani, sedangkan analisis keberlanjutan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang terhadap agroekosistem. Keberhasilan pengendalian hayati dipahami sebagai tercapainya keseimbangan yang mampu melindungi produksi sekaligus mempertahankan fungsi ekosistem, bukan semata-mata eliminasi total organisme pengganggu.

Diterbitkan

September 13, 2026 — Diperbaharui pada Oktober 29, 2026

Versi