BAB 12. Inovasi Pengendalian Hayati dan Pengelolaan Habitat di Era Pertanian Berkelanjutan
Sinopsis
Inovasi pengendalian hayati berkembang dari pendekatan konvensional menuju sistem berbasis ekosistem yang mengintegrasikan teknologi digital, bioteknologi, pengelolaan habitat, partisipasi masyarakat, dan prinsip keberlanjutan. Pemanfaatan artificial intelligence (AI), drone, sensor, dan citizen science diarahkan untuk meningkatkan kemampuan monitoring OPT, pemetaan kondisi tanaman, pengumpulan data, serta pengambilan keputusan berbasis bukti. Mikroba indigenous, biofertilizer, dan biopestisida dikaji sebagai bioinput yang efektivitasnya bergantung pada karakter lokal, mutu, formulasi, kemampuan bertahan, dan kondisi agroekosistem. Pendekatan Climate Smart Agriculture, One Health Agriculture, dan Nature-based Solutions memperluas pengendalian hayati menjadi strategi yang mempertimbangkan produktivitas, kesehatan lingkungan, ketahanan pangan, dan dimensi sosial. Pengelolaan habitat tetap menjadi komponen penting dengan menghubungkan mikroba di rizosfer, vegetasi pada tingkat lahan, struktur lanskap, serta jejaring sosial petani. Integrasi inovasi tersebut diarahkan pada sistem yang adaptif dan berbasis data tanpa mengabaikan prinsip ekologis. Penerapannya dapat diwujudkan melalui Capstone Project berupa rancangan strategi pengendalian hayati berbasis ekosistem yang menggabungkan identifikasi masalah, data lapangan, teknologi, pengelolaan habitat, evaluasi, dan pertimbangan sosial-ekonomi.
Halaman
Diterbitkan
Versi
- 2026-10-29 (3)
- 2026-09-20 (2)
- 2026-09-13 (1)
Kategori
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.