Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-09-20. Baca versi terbaru.

BAB 5. Konservasi Musuh Alami

Penulis

Sinopsis

Konservasi musuh alami dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi predator, parasitoid, serta organisme pengendali yang telah tersedia secara alami dalam agroekosistem. Strategi konservasi mencakup conservation biological control, pengurangan penggunaan pestisida, refuge plant, flower strip, tanaman berbunga, cover crop, dan agroforestri. Habitat yang sesuai menyediakan sumber makanan alternatif, tempat berlindung, mikroklimat yang mendukung, serta ruang untuk bertahan dan bereproduksi. Pengurangan penggunaan pestisida menjadi aspek penting karena bahan berspektrum luas dapat menekan musuh alami dan mengganggu regulasi biologis. Refuge plant berfungsi sebagai sumber perlindungan, pakan alternatif, inang alternatif, dan koridor pergerakan, sedangkan flower strip dan tanaman berbunga menyediakan nektar serta polen. Cover crop dapat membentuk mikrohabitat yang mendukung konservasi musuh alami. Pemilihan elemen habitat perlu mempertimbangkan fungsi ekologis, kebutuhan musuh alami, biologi OPT, kondisi lingkungan, biaya, dan sistem budidaya.

Diterbitkan

September 13, 2026 — Diperbaharui pada September 20, 2026

Versi