Bab 7. Komunikasi Risiko kepada Masyarakat

Penulis

Sinopsis

Penyampaian informasi risiko perlu dilakukan secara jelas, spesifik, mudah dipahami, kontekstual, dan dapat langsung ditindaklanjuti. Pesan perlu menyesuaikan karakter sosial, budaya, dan tingkat literasi masyarakat dengan menggunakan bahasa sederhana serta media yang relevan, seperti peta, infografis, drama rakyat, aplikasi digital, dan media sosial. Informasi tidak berhenti pada penjelasan mengenai bahaya, tetapi perlu memberikan petunjuk konkret mengenai lokasi evakuasi, pertolongan pertama, dan prosedur penyelamatan diri. Komunikasi juga perlu berlangsung dua arah agar masyarakat dapat memberikan umpan balik dan memiliki rasa kepemilikan terhadap solusi mitigasi. Pendidikan publik, pendidikan kebencanaan di sekolah, dan simulasi dapat memperkuat kesadaran serta kesiapsiagaan. Sistem peringatan dini dapat memanfaatkan teknologi seperti aplikasi dan SMS, tetapi di daerah terpencil mekanisme tradisional seperti sirine dan tanda alam tetap memiliki fungsi penting. Media massa dan media sosial berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, dengan tuntutan utama menjaga akurasi informasi agar tidak memicu kepanikan atau penyebaran hoaks.

Diterbitkan

Agustus 27, 2026

Kategori

Cara Mengutip

Bab 7. Komunikasi Risiko kepada Masyarakat. (2026). Dalam Pendidikan Kepulauan dan Mitigasi Bencana (hlm. 65–74). PT Altianka Literasi Media. https://book.altianka.id/index.php/alm/catalog/book/7/chapter/71