Bab 12. Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana

Penulis

Sinopsis

Pengetahuan yang berkembang dari pengalaman masyarakat dapat menjadi sumber penting dalam mengenali tanda-tanda bahaya, menentukan tindakan penyelamatan, mengelola lingkungan, dan membangun ketahanan. Tradisi “smong” di Simeulue menunjukkan bagaimana pengetahuan yang diwariskan secara lisan mengenai tanda tsunami dapat membantu masyarakat mengambil tindakan cepat setelah gempa dan surutnya air laut. Di sekitar Gunung Merapi, pengamatan terhadap perubahan perilaku hewan, suhu udara, dan warna langit menjadi bagian dari pengetahuan lokal yang dapat mendukung kewaspadaan terhadap aktivitas gunung api. Sistem Subak di Bali menunjukkan hubungan antara pengelolaan air, koordinasi komunitas, nilai sosial, dan pengurangan risiko banjir. Kearifan lokal memiliki kekuatan karena dekat dengan kehidupan masyarakat dan sesuai dengan konteks lingkungan setempat, tetapi tetap perlu dikaji dan dipadukan dengan pengetahuan ilmiah agar dapat digunakan secara lebih efektif. Integrasi teknologi modern dengan pengetahuan lokal dapat menghasilkan pendekatan mitigasi yang lebih kontekstual, diterima masyarakat, dan berkelanjutan.

Diterbitkan

Agustus 27, 2026

Kategori

Cara Mengutip

Bab 12. Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana. (2026). Dalam Pendidikan Kepulauan dan Mitigasi Bencana (hlm. 141-162). PT Altianka Literasi Media. https://book.altianka.id/index.php/alm/catalog/book/7/chapter/76