Bab II. Eksplorasi Kearifan Lokal Kepulauan Maluku sebagai Sumber Permasalahan Ilmiah

Penulis

Sinopsis

Kearifan lokal masyarakat Kepulauan Maluku menyediakan konteks autentik untuk mengembangkan pengalaman belajar STEM yang berhubungan langsung dengan lingkungan, sumber daya, budaya, dan kehidupan masyarakat. Pengetahuan lokal dan indigenous knowledge dapat digunakan sebagai titik awal untuk mengidentifikasi fenomena, menyusun pertanyaan, melakukan pengamatan, mengumpulkan data, dan membangun permasalahan ilmiah yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Konteks masyarakat kepulauan memperlihatkan keterkaitan antara pengelolaan sumber daya alam, pengetahuan ekologis, teknologi tradisional, sistem pangan, dinamika lingkungan, dan kehidupan sosial. Tradisi sasi memperlihatkan praktik pengaturan pemanfaatan sumber daya yang berkaitan dengan keberlanjutan dan pengambilan keputusan masyarakat. Pengolahan sagu atau nani sagu merepresentasikan sistem pengetahuan pangan yang dapat dikaji melalui konsep perubahan materi, pengukuran, pemisahan, penggunaan air, filtrasi, dan efisiensi proses. Sementara itu, Timba Laor memperlihatkan hubungan antara pengetahuan ekologis masyarakat pesisir, fenomena biologis, kondisi lingkungan, musim, dan pemanfaatan sumber daya laut. Setiap konteks tersebut dapat dikembangkan menjadi permasalahan ilmiah melalui pemilihan fenomena yang dapat diamati, penentuan variabel, pengumpulan data, dan penyusunan prosedur penyelidikan. Pertanyaan yang bersifat luas perlu ditransformasikan menjadi pertanyaan yang terukur dan dapat diuji, misalnya mengenai pengaruh lama pengadukan terhadap endapan pati, volume air terhadap hasil pengendapan, jenis bahan penyaring terhadap kejernihan filtrat, atau lama penjemuran terhadap perubahan massa bahan. Penggunaan kearifan lokal dalam pembelajaran tetap memerlukan pertimbangan etika, penghormatan terhadap masyarakat pemilik pengetahuan, ketepatan sumber informasi, batas akses, keamanan aktivitas, serta variasi praktik budaya antarwilayah. Dengan demikian, kearifan lokal berfungsi sebagai konteks epistemik dan lingkungan belajar yang memungkinkan konsep STEM dipelajari melalui fenomena nyata tanpa melepaskan dimensi sosial dan budaya yang melekat pada pengetahuan masyarakat.

Diterbitkan

September 19, 2026

Kategori