Bab VI. Desain Pembelajaran STEM Berbasis Kearifan Lokal Maluku di Sekolah Dasar
Sinopsis
Desain pembelajaran STEM berbasis kearifan lokal memerlukan keterpaduan antara capaian pembelajaran, karakteristik peserta didik, konteks lingkungan, tujuan pembelajaran, aktivitas penyelidikan, pengembangan solusi, dan asesmen. Kerangka perancangan ditempatkan dalam prinsip pembelajaran yang berpusat pada murid, sehingga peserta didik memperoleh ruang untuk mengamati fenomena, mengajukan pertanyaan, mencoba, mengolah data, membuat pilihan, menguji rancangan, dan merefleksikan hasil dengan dukungan guru yang sesuai kebutuhan dan tahap perkembangannya. Perancangan dimulai dari analisis Capaian Pembelajaran dan karakteristik fase sekolah dasar, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan kearifan lokal yang memiliki hubungan substantif dengan konsep dan tujuan pembelajaran. Konteks budaya yang dipilih perlu relevan, akurat, aman, dapat dipertanggungjawabkan, dan tidak mengabaikan batas pengetahuan masyarakat. Tujuan pembelajaran selanjutnya diterjemahkan ke dalam bukti belajar yang dapat diamati melalui pengetahuan, keterampilan penyelidikan, proses perancangan, penggunaan data, komunikasi, dan refleksi. Kegiatan pembelajaran STEM dikembangkan melalui hubungan yang jelas antara masalah, aktivitas peserta didik, penggunaan komponen STEM, data yang dihasilkan, keputusan desain, dan asesmen. Lembar Kerja Murid berfungsi sebagai perangkat untuk membantu peserta didik mengikuti proses secara sistematis, mulai dari mengamati fenomena, merumuskan pertanyaan, merancang penyelidikan, mencatat hasil, menganalisis data, hingga menyusun kesimpulan atau memperbaiki solusi. Asesmen dirancang selaras dengan tujuan dan aktivitas sehingga tidak hanya mengukur hasil akhir, tetapi juga proses berpikir dan bukti belajar yang dihasilkan selama kegiatan. Penyesuaian terhadap Fase A, B, dan C diperlukan dalam penggunaan bahasa, tingkat kompleksitas masalah, alat, data, waktu, bentuk dukungan, dan tingkat kemandirian peserta didik. Dengan demikian, desain pembelajaran STEM berbasis kearifan lokal dapat menghasilkan pengalaman belajar yang kontekstual, terstruktur, aman, dan bermakna, sekaligus menjaga keterhubungan antara kurikulum, lingkungan, budaya, proses ilmiah, rekayasa, dan kebutuhan perkembangan peserta didik.
Halaman
Diterbitkan
Kategori
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.