Bab VIII. Pengembangan Media STEM dari Bahan Lokal untuk SD

Penulis

Sinopsis

Media STEM berbasis bahan lokal merupakan sarana pembelajaran yang membantu peserta didik mengamati fenomena, melakukan pengukuran, menguji gagasan, memahami hubungan antarkonsep, dan mengembangkan solusi melalui pengalaman konkret. Nilai media tidak ditentukan oleh kerumitan, ukuran, atau tampilan, melainkan oleh ketepatan konsep, fungsi, keterpakaian, keterlibatan peserta didik, keamanan, serta bukti belajar yang dapat dihasilkan. Pengembangannya perlu dimulai dari analisis kebutuhan pembelajaran, capaian atau tujuan yang hendak dicapai, konsep yang sulit dipahami, karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, ketersediaan sumber daya, dan potensi risiko. Bahan lokal seperti bambu, gaba-gaba atau pelepah sagu, tempurung kelapa, daun kering, serat alam, kayu sisa, batu, pasir, kardus, dan bahan pakai ulang dapat dipertimbangkan sepanjang tersedia secara wajar, aman, bersih, tidak merusak lingkungan, serta tidak melanggar nilai dan batas budaya masyarakat. Perancangan media dilakukan melalui penyusunan spesifikasi yang mencakup pengguna, tujuan, fungsi, kriteria keberhasilan, batasan, bahan, bukti belajar, dan risiko. Integrasi Science, Technology, Engineering, dan Mathematics perlu terlihat secara fungsional: sains digunakan untuk menjelaskan fenomena, teknologi untuk memanfaatkan alat dan bahan, rekayasa untuk merancang dan memperbaiki solusi, serta matematika untuk melakukan pengukuran, perbandingan, penyajian data, dan pengambilan keputusan. Media selanjutnya diwujudkan dalam bentuk prototipe dan diuji secara berulang. Pengujian mencakup ketepatan konsep, fungsi, keterpakaian, serta kesesuaian dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Data hasil pengujian menjadi dasar perbaikan sehingga perubahan rancangan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan bukti. Penyesuaian media terhadap Fase A, B, dan C dilakukan melalui perbedaan tingkat kompleksitas, bentuk petunjuk, penggunaan alat, pengukuran, analisis data, kriteria keberhasilan, serta tingkat kemandirian peserta didik. Dengan pendekatan tersebut, bahan lokal tidak hanya menjadi material pembuatan produk, tetapi menjadi bagian dari proses desain dan pengalaman belajar STEM yang kontekstual, aman, fungsional, dan relevan dengan lingkungan peserta didik.

Diterbitkan

September 19, 2026

Kategori