Pertanian Terpadu Berbasis Circular Economy Melalui Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani
Kata Kunci:
Sumber Daya Lokal, Pengelolaan Limbah, Pertanian Berkelanjutan, Circular EconomySinopsis
Buku Pertanian Terpadu Berbasis Circular Economy melalui Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani membahas pendekatan pengembangan pertanian yang mengintegrasikan kegiatan tanaman, ternak, pemanfaatan biomassa, pengelolaan limbah, pengembangan usaha produktif, dan penguatan kelembagaan masyarakat dalam satu sistem yang saling mendukung. Pendekatan Integrated Farming System (IFS) dipadukan dengan prinsip circular economy yang menempatkan hasil samping pertanian sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, dan menciptakan nilai tambah. Buku ini menguraikan konsep dan prinsip pertanian terpadu, ekonomi sirkular dalam pertanian, pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT), pemanfaatan sumber daya lokal, pengelolaan limbah organik, pengembangan usaha produktif, teknologi, serta akses dan strategi pemasaran. Pembahasan kemudian diarahkan pada implementasi model pertanian terpadu berbasis ekonomi sirkular melalui studi kasus KWT Cindai di Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Model tersebut menghubungkan kegiatan budidaya tanaman, pengolahan limbah sayuran, peternakan, produksi pupuk organik, pakan alternatif, perikanan, pengemasan, dan pemasaran sehingga membentuk aliran sumber daya yang lebih efisien. Pemanfaatan sumber daya lokal diarahkan untuk menghasilkan sayuran, telur atau produk ternak, ikan, bibit tanaman, pupuk organik padat, pupuk organik cair, serta produk olahan lainnya sebagai bagian dari diversifikasi usaha dan pendapatan kelompok. Buku ini juga menekankan pentingnya pembagian kerja, pencatatan usaha, penguatan keterampilan, pemasaran, partisipasi anggota, dan kemandirian kelompok sebagai prasyarat keberlanjutan. Keberhasilan model dinilai melalui dimensi lingkungan, produksi, ekonomi, sosial, kelembagaan, teknologi, pemasaran, dan keberlanjutan. Dengan demikian, buku ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, penyuluh, pemerintah desa, kelompok tani, KWT, dan masyarakat dalam merancang sistem pertanian yang produktif, efisien, adaptif, bernilai tambah, dan berkelanjutan.
Bab
Referensi
Diterbitkan
Kategori
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.